Total komentar di blog ini 5667 komentar di blog, dengan rata-rata komentar 42 komentar per artikel.

Awal Desember


Bukan hal yang baru lagi. Jika sebuah kegiatan dan ruti­ni­tas akan men­galami masa jenuh dan frus­tasi. Tin­gakatan­nya pun berbeda-beda ter­gan­tung dari mana kita men­galaminya. Tidak ada uku­ran pasti akan hal ini. Bahkan saya men­galaminya dis­aat awal desem­ber. Sebuah fenom­ena kom­leks dalam diri saya, terutama dalam piki­ran dan seman­gat saya. Apa sebe­narnya awal Desem­ber ini?

Desem­ber, sete­lah men­galami masa-masa jenuh di kota per­an­tauan, saya memi­liki sedikit keper­cayaan diri yang mulai terasa bangkit lagi. Yah, karena saya sendiri tidak ingin men­galami kega­galan. Karena kega­galan berawal dari sebuah seman­gat yang menu­run hingga padam dan menghi­lang. Seman­gat ini pun saya coba per­ta­hankan dan kor­bankan. Sebuah sesu­atu yang mulai saya coba bangkit lagi di awal Desem­ber. BLOG. Akhirnya saya meli­hat blog saya yang pada awal desem­ber tang­gal 1 belum ada postin­gan yang berarti. Karena saya sendiri bin­gung ingin mem­ba­has apa, namun, kini saya coba untuk mem­ba­has “Awal Desember”

Langkah drama­tis menu­rut prib­adi saya telah saya coba kem­bali. Sejak tidak aktifnya saya dalam organ­isasi kop­erasi uni­ver­si­tas, karena memang seman­gat saya sudah kendor dis­ana, maka saya coba perun­tun­gan den­gan BEM, badan eksku­tif maha­siswa kam­pus yang mana saya sendiri men­coba men­jadikan HUMAS seba­gai tujuan serta hobby agar tugas yang ada dalam kepen­gu­ru­san BEM tidak mem­buat saya jenuh. Akhirnya saya masih tetap men­coba eksis den­gan terus mengikuti perkem­ban­gan BEM.

PEMIRA, pemil­i­han raya kam­pus. Mungkin diawal Desem­ber ini­lah kegiatan besar setiap tahun­nya akan terus mem­bawa sebuah kesem­patan dan gejo­lak maha­siswa yang selalu bers­ing­gun­gan den­gan poli­tik. Pem­be­la­jaran yang baik, namun hingga kini, saya tidak mengerti, apa sebe­narnya kepentin­gan dalam pemira itu. Dampaknya, seba­gai maha­siswa, saya tidak meli­hat­nya, bahkan secara global. Apa? dulu, kam­pus ter­cin­taku tak per­nah diadakan­nya Semes­ter Pen­dek atau Remidial. Bahkan hingga bergan­ti­nya kepen­gu­ru­san pres­i­den maha­siswa, tidak ada sat­upun yang hingga kini dapat mem­per­juangkan hak maha­siswa terse­but. Akhirnya, bagi yang gagal men­em­puh study dalam suatu mata kuliah, harus men­gu­langnya di tahun depan. Ironi, bahkan semes­ter pen­dek yang diang­gap seba­gai prestasi maha­siswa, dimana yang mengam­bil­nya dapat lulus den­gan cepat juga tidak per­nah diadakan.

Awal Desem­ber. Banyak kisah yang ingin ku bagi den­gan pem­baca. Namun, keter­batasan waktu dan piki­ran­lah yang men­jadikan semua yang ada di dalam piki­ran ini ter­be­lenggu. Akan ku tumpahkan semua, agar desem­ber kali ini penuh den­gan karya tulisanku yang bermakna dan berman­faat. Tunggu tulisan saya selan­jut­nya… :)

5 Artikel Tebaru Dariku Hanif Ilham

,

  1. #1 by hypotheek on August 13, 2010 - 21:32

    Hoeveel kan ik lenen? (hypotheek). Wat wor­den mijn maand­las­ten? (hypotheek) … Hoeveel hypotheek heb ik nodig? Hoe hoog is de boete die ik nu zou moeten

(will not be published)

Spam Protection by WP-SpamFree