Total komentar di blog ini 2119 komentar di blog, dengan rata-rata komentar 18 komentar per artikel.

Ekonomi Syariah


Greget? itu yang ingin ku ungkapkan disini. Berbekal rasa ke ingin tahuan lebih akan sebuah perkembangan perekonomian di Indonesia, maka dengan sangat jelas aku dan seorang teman sekampusku mendaftarkan diri untuk mengikuti sebuah seminar perekonomian Islam yang diselenggarakan oleh fakultas ekonomi UGM. Sebenarnya, jika dibandingkan dengan mahasiswa lainnya yang datang dari luar daerah, Jakarta, Semarang, dan lainnya, mereka memiliki pandangan ekonomi islam yang kuat. Sedangkan saya dan teman saya, hanya sekedar iseng. Wah, rugi dong!

Enggak lah! itu adalah ungkapan rasa bahagia saya sekarang. Mengapa? Karena dalam seminar tersebut, diadakan 3 sesi materi. Yang mana mengenalkan kemiskinan di Indonesia, kedua perekonomian Islam di Indonesia, dan ketiga, enterpreunership yang mana ketiga sesi tersebut bikin greget. Wah, pertama saja, sang dosen dari fakultas ekonomi ugm, yang mana ternyata, tak disangka adalah salah satu orang terdekat boediono sang wapres kita sekarang. Enjoy yang saya dapatkan ketika dirinya memberikan sebuah informasi menarik seputar pemerintahan saat ini, tentu dilengkapi dengan data-data akurat dan grafik-grafik yang mana analogi dan logika sederhananya mudah dimengerti. Sayangnya… ada hal yang saya takutkan muncul. Yaitu, paham kapitalis. Tentu tidak terlihat sejak memberikan materi. Namun, narasumber mulai melihatkan pandangan kuatnya tentang kapitalis saat sesi tanya jawab. Sungguh tak disangka, tokoh adam smith sering sekali diucapkannya. Saya bingung, kok, seminar ekonomi islam, narasumber sekelas dirinya, tidak mengerti sama sekali ekonomi islam? apa dia gak salah masuk untuk memberikan materi? kok adanya ekonomi kapitalis daritadi? ternyata tak hanya saya yang merasakan tekanan dan rasa yang menyudutkan ini.

Namun, rasa kesal itu sirna setelah sesi kedua masuk, yaitu, sesi materi ekonomi islam. Sungguh hal yang menyenangkan, saat narasumber memberika nalaogi tentang hadits Rasullullah SAW seperti ini. “7 tahun pertama usia anak, ajarilah dia bermain, 7tahun kedua ajarilah dia disiplin, 7tahun ketiga jadilah sahabat baiknya, 7 tahun keempat buatlah dirinya dewasa.” hadits tersebut dianalogikan seperti ini, jika ekonomi islam muncul pada tahun 1992 dengan adanya bank Muamalat, maka 7tahun pertama, yaitu saat 1992-1999, bank syariah seperti anak kecil yang masih diliputi rasa “bermain” dengan artian, penyebaran ekonomi islam masih merunut pada ekonomi konvensional yang masih mempersiapkan dan tahap pengenalan pada masyarakat, kemudian 7tahun kedua, yaitu 1999-2006 dimana ekonomi islam melakukan beberapa disiplin, baik dari strukturnya, instrument keuangan, dsb. 7tahun ketiga, 2006-2013 yaitu pada masa sekarang, saat ekonomi islam tidak runtuh akibat dengan runtuhnya pasar dunia di Amerika, maka dengan begitu kita dapat mengerti banyak bank-bank kemudian mendirikan bank syariah, inilah yang dikawal sebagai teman baik agar ekonomi islam dapat melekat dihati masyarakat. dan 7tahun terakhir, saat 2013-2020 bahkan seterusnya, narasumber yakin, bangsa Indonesia akan bangkit dari masa perkembangan menjadi masa maju yang mana ekonomi syariah sebagai sandaran untuk menerjang perekonomian dunia. Analogi ini sangat menyentuh. Apalagi benar-benar hanya dengan satu hadits dapat diimplementasikan seperti itu. Sungguh saya sangat terharu.

Dan terakhir sesi enterpreuner. Jika dengan sesi ke 2 bahwa ekonomi Indonesia akan bangkit dengan didampingi ekonomi Islam, maka tidak heran jika narasumber kali ini memberikan materi bahwa enterpreuner sebagai ujung tombak mengangkat ekonomi Indonesia. Tidaklah sulit jika akhirnya sesi tersebut mengajarkan bagaimana menggunakan dan membuat bussiness plan secara mudah. Dan hasilnya, sungguh mencengangkan, sebuah ide bisnis dan wirausaha yang tadinya hanya ada di dalam benak saya, dapat di keluarkan dengan mudah. Dan sungguh perencanaan tak pernah sejauh itu sebelumnya, hingga bagaimana bentuk tokonya, apa saja yang berada didalamnya, bagaimana keryawannya, harga jual produknya, semua yang dibutuhkan untuk menjadi enterpreneur sangat terasa disana. Tentunya narasumber kali ini adalah praktisi yang sudah berbisnis dan terbilang cukup sukses. Maka dari itu tak ada salahnya jika saya membagi pengalaman indah ini kepada pembaca semua.

5 Artikel Tebaru Dariku Hanif Ilham

  1. #1 by Budi Hermanto on December 14, 2009 - 09:18

    hmm..
    byk kelebihan ekonomi syariah..
    yg diam2 ditru oleh bangsa barat..
    untuk mengangkat perekonomian saat ini.. ;)
    ..
    btw, 10 teman yg mendapatkan..
    novel Debu Cintayana..
    bisa dilihat di artasastra.com :D

  2. #2 by Hanif Ilham on December 15, 2009 - 08:14

    sayang saya tidak menang, hehe, karena emg saya gak ikut membahasnya, wah, tentu, ekonomi syariah yang lebih manusiawi diharap dapat menjadi ujung tombak perekonomian Indonesia. seperti bank century yang masih saja menjadi masalah karena sistemnya kapitalis, semakin banyak orang tergiur untuk korupi akhirnya. hehe

  3. #3 by Ono Karsono on December 22, 2009 - 14:22

    Semoga akan semakin bertambah bank-bank Syariah di daerah. Sehingga sistem syariah yang lebih adil ini semakin dikenal oleh masyarakat.

  4. #4 by Hanif Ilham on December 23, 2009 - 17:57


    Ono Karsono:

    Semoga akan semakin bertambah bank-bank Syariah di daerah. Sehingga sistem syariah yang lebih adil ini semakin dikenal oleh masyarakat.

    semoga saja, kita doakan agar kita tidak terlalu bergantung lagi pada pasar2 amerika yang merugikan kita.

  5. #5 by Vian on January 13, 2010 - 03:51

    syariah 100% kah ??
    ada satu pertanyaan yg hingga kini masih mengganjal:
    bagi hasil = bunga ? Apa cuma ganti nama ?
    yaa kl usaha dgn sebagian pinjaman/hutang ( dari bank “syariah” ) berhasil, nah kl bangkrut napa wajib melunasi dan kl tdk bisa agunan disita. So itukah syariah ?
    Semoga ada penjelasan dari ulama ( or dalil yg syahih )

  6. #6 by Hanif Ilham on January 13, 2010 - 09:37

    Type your comment here


    Vian:

    syariah 100% kah ??
    ada satu pertanyaan yg hingga kini masih mengganjal:
    bagi hasil = bunga ? Apa cuma ganti nama ?
    yaa kl usaha dgn sebagian pinjaman/hutang ( dari bank “syariah” ) berhasil, nah kl bangkrut napa wajib melunasi dan kl tdk bisa agunan disita. So itukah syariah ?
    Semoga ada penjelasan dari ulama ( or dalil yg syahih )

    100% itu konsep, untuk implementasi yang pas itu perlu kesesuaian, untuk bisa lebih paham coba lihat bloggrol saya yang berada di bawah, postingan, klik saja pengusaha muslim, semoga bisa membantu

(will not be published)
[+] kaskus emoticons nartzco


Get Adobe Flash playerPlugin by wpburn.com wordpress themes