Setelah cukup untuk memulai aktifitas blog, karena libur 3 hari idul Fitri, maka saya akan memulai dengan sebuah editing artikel kesehatan gigi dan mulut. Sumber artikel saya ambil dari kesehatangigi. Yang mana bahwa admin blog tersebut adalah seorang dokter gigi. Mungkin benar atau tidak, saya kembalikan pada pembaca dengan langsung mengunjungi link yang saya cantumkan tersebut.
Gigi, mungkin banyak dari kita tidak menyadari betapa pentingnya kesehatan gigi. Bahkan secara keseluruhan, yaitu kesehatan mulut. Mengapa kita harus benar-benar memperhatikan kesehatan mulut? Terutama Gigi? Banyak syaraf yang tertanam didalam gusi, yang mana jika syaraf tersebut mengalami suatu permasalahan dapat menimbulkan masalah lainnya. Bahkan yang paling parah dapat timbul efek pada gangguan jantung dan hati.
Saya membaca artikel dari kesehatangigi yang mungkin dapat berguna bagi para pembaca, maka saya coba tampilkan disini.
Sikat gigi
Sikat gigi adalah alat untuk membersihkan gigi yang berbentuk sikat kecil dengan pegangan. Pasta gigi biasanya ditambahkan ke sikat gigi sebelum menggosok gigi. Sikat gigi banyak jenisnya, dari yang bulunya halus sampai kasar, bentuknya kecil sampai besar, dan berbagai desain pegangan. Kebanyakan dokter gigi menganjurkan penggunaan sikat yang lembut karena sikat keras dapat merusak lapisan enamel dan melukai gusi. Terdapat juga sikat gigiSalah satu cara untuk menjaga kesehatan gigi adalah dengan menyikat gigi. Dengan menyikat gigi, kebersihan gigi dan mulut pun akan terjaga, selain menghindari terbentuknya lubang-lubang gigi dan penyakit gigi dan gusi. Banyak jenis dan ragam sikat gigi yang dijual di pasaran, dari yang manual maupun elektrik. Sebetulnya, apa saja syarat sikat gigi yang bagus? Yang terpenting adalah bulu sikat dan lebar kepala sikat. Untuk bisa menjangkau daerah-daerah gigi bagian belakang, ukuran kepala sikat gigi yang ideal adalah 35 – 40 mm. Bahkan, orang dewasa sebaiknya juga memakai sikat gigi anak, karena ukurannya yang kecil akan membantu menjangkau bagian gigi yang paling dalam.
Sedikit tips dalam memilih sikat gigi ( mudah-mudahan bisa membantu yah)
Pilihlah sikat gigi yang kepalanya cukup kecil sehingga dapat digunakan dengan baik dalam rongga mulut. Bagi orang dewasa panjang kepala sikat gigi 2,5 cm, sedangkan pada anak 1,5 cm.
Panjang bulu sikat gigi hendaknya sama. Sikat gigi dengan bulu yang panjangnya berbeda tidak dapat membersihkan permukaan datar tanpa menimbulkan tekanan pada beberapa bulu sikat.
Tekstur bulu sikat hendaknya memungkinkan digunakan dengan efektif tanpa merusak jaringan. Jangan memilih bulu keras sebab dapat merusak jaringan. Yang terlalu lunak pun dikhawatirkan tidak dapat membersihkan plak dengan sempurna. Yang paling tepat sikat gigi dengan kekakuan bulu sikat medium.
Gagang sikat harus cukup lebar dan tebal agar dapat dipegang kuat dan dikontrol dengan baik.
Untuk cara menggosok gigi yang baik dan benar sudah saya posting jadi silahkan liat ya ( sengaja saya tidak jelaskan disini karena masih banyak yang perlu diuraikan ntar biar ga bosen ^^)
Pasta gigi atau odol
Pasta gigi adalah sejenis pasta yang digunakan untuk membersihkan gigi, biasanya dengan sikat gigi. Di Indonesia, pasta gigi sering juga disebut Odol, yaitu salah satu merek pasta gigi. Walaupun merek ini sudah berpuluh-puluh tahun tidak lagi dijual di Indonesia, nama Odol telah menjadi nama generik.Sidikit tips memilih pasta gigi atau odol yang baik:
1. Pilih pasta gigi yang mengandung cukup fluoride. Fluoride berfungsi untuk menjaga gigi agar tidak berlubang. Namun, anak-anak di bawah 3 tahun sebaiknya tidak memakai odol. Pasalnya, terlalu banyak fluoride justru tidak bagus dan membuat gigi lebih rapuh.2. Pilih pasta gigi yang busanya tidak terlalu banyak. Busa yang terlalu banyak menunjukkan bahwa kandungan deterjen di dalamnya juga banyak. Pendapat bahwa semakin banyak busa semakin baik, tentu tidak benar.
3. Hindari langsung makan setelah menyikat gigi. Pasalnya, kadar asam mulut akan turun dan fluoride pun hilang, sehingga kuman akan masuk lagi. Makan sebaiknya 1 – 2 jam setelah menyikat gigi.
4. Untuk menjaga kondisi gigi, setiap 6 bulan sekali anak sebaiknya dibawa ke dokter gigi untuk dilakukan topical fluoride (pelapisan gigi). Apalagi bagi anak anak yang malas menyikat gigi.
Nah, tips diatas mungkin berguna bagi anda. Jangan sepelekan kesehatan mulut. Karena saya sendiri telah mengalami pengalaman berurusan dengan dokter gigi yang mana sungguh sangat menyakitkan, apalagi saat gigi saya mulai rusak dan berlubang. Semoga kesehatan tetap kita jaga.
5 Artikel Tebaru Dariku Hanif Ilham
- Karpet Terbuat dari 70.000 Bunga? - March 9th, 2010
- Plugins Menarik yang Ku Temui - March 6th, 2010
- Jangan biarkan SEO membunuh Blogmu! - March 3rd, 2010
- Menginstal Wordpress Di Komputermu - February 28th, 2010
- Permintaan Tukeran Link - February 25th, 2010





Komentar Barusan