Total komentar di blog ini 5667 komentar di blog, dengan rata-rata komentar 42 komentar per artikel.

Liburan Di Kalimantan


Tak terasa sudah, sudah sejak 18 Feb­ru­ari 2009, aku berada di Kali­man­tan, tulisan ini juga tidak tepat aku tulisakan untuk postin­gan tang­gal ini, ku buat sched­ule agar libu­ranku tetap ter­atur tidak dikejar-kejar dead­line update artikel di blog. Mungkin karena kisah libu­ranku ini jauh dari kesan mewah, jauh juga dari kesan pet­u­alan­gan di kam­pung, karena aku bukan di kam­pung walau libu­ran adalah pulang kam­pung dari kota yang penuh hin­gar bin­gar fasil­i­tas lengkap, di sini aku jauh deri kesan itu. Libu­ranku di Kali­man­tan, pulang ke rumah, kan­gen rasanya, rindu yang telah terobati.

Men­jadi maha­siswa juga bukan pil­i­han mudah, untuk apa hidup jika mudah dilalui? sayangnya kali­mat moti­vasi itu sudah tak asing bagiku tapi asing bagi jiwaku. Sukarnya menge­jar prestasi, sam­pai berfikir mungkin aku bukan yang berprestasi. Sukarnya ingin berhasil, sam­pai berpikir mungkin aku bukan­lah orang yang berhasil. Sukarnya untuk hidup ten­ang, mungkin aku prib­adi mem­bawa masalah. Semua seran­gan jiwa itu meng­ham­piri selu­ruh otakku. Per­la­han dan pasti, cepat dan keroyokan, seakan diri ini berada di ten­gah arus samu­dra hingga meng­hadapinya butuh tenaga super ekstra. Banyak yang bilang kuliah itu bagian dari pen­duduk yang 3% dari pen­duduk Indone­sia, tapi aku juga tak merasa begitu. Apa orak ini sudah kan­dung resah? Akhirnya ku putuskan berlibur seje­nak, ten­ang di kota kelahi­ran, tanpa harus sumpek karena aku bisa melepas rindu den­gan adik-adikku, dan orang tuaku, seje­nak saja.

Kotaku, kota yang aneh, berada di garis khat­ulis­tiwa men­jadikan­nya kota yang ulit di terka atas cuaca, musim karena kadang hujan pagi hari, panas siang hari, hujan lagi malam hari. Hujan kan berkah dari Allah? yah, benar, tapi panas kan juga berkah, kare­nanya ada kese­im­ban­gan, maaf keluar dari topik. Kotaku ter­letak di dekat laut, walau tak banyak pan­tai bagus seperti di pulau jawa, juga dekat den­gan bukit tinggi, walau tak seba­gus di bogor dan ban­dung. Panas? yah, itu resiko berada di khat­ulis­tiwa, mungkin per­nah merasakan panas­nya Jogja atau Surabaya? kotaku mungkin lebih panas. walau bukan panas polusi, murni matahri, hita­m­nya kulit? wah, kulit saya sudah menghi­tam nih, hehe.

Kotaku kota Indusri, kelapa sawit, di kota sebe­lah, batu bara juga di kota sebe­lah, minyak di kota sebe­lah juga, kotaku apa? kotaku peng­hasil pupuk kimia, ola­han, atau di sebut pupuk pabrik, itu sebu­tanku loh, hehe, dan juga gas alam, sayangnya bukan kota wirausaha, sehingga mall hanya ada 3 di kota ini, itu juga jauh dari bayan­gan mall besar di kota besar, mak­lum, investor takut rugi mem­berikan mall besar-besar, pen­duduknya kan tidak banyak, lagian jika musim libur anak seko­lah, belanja besar-besaran juga dilakoni di kota tetangga, mak­lum kota tetangga sudah Ibukota Provinsi, jadi mall besar sudah sam­pai disana.

Pen­duduk asli? Bin­gung aku ditanya begitu. Wong, orang tua saya per­an­tauan, saat musim trans­mi­grasi besar-besaran tempo tahun 1980an, dan ekspansi, bahasa kasarnya begitu, men­jadikan pen­duduk asli semakin sulit di temui, kalaupun ada, sudah tidak murni lagi, karena cam­pu­ran antara pen­duduk asli dan pen­datang. Bahasa? Jan­gan harap seperti di Jawa yang kebanyakan bahasa jawa, disini, bahasa cam­pur aduk, anda mungkin akan kaget menden­gar atau bertemu den­gan orang berba­hasa bugis, dan ban­jar (ban­jar­masin), apalagi jawa. Karena pen­cam­pu­ran seba­gai pen­datang ini­lah yang men­jadikan bahasa pen­duduk asli pergi entah kem­ana. Sam­pai 20 tahun umur saya juga belum per­nah menden­gar bahasa asli. Walau banyak yang bilang, bahasa ban­jar­masin, bahasa kali­man­tan juga. Saya juga belum paham akan hal ini.

Kemu­dian, makanan khas? apa yah? sama kalau ini bin­gungnya, gak usah dije­lasin­nya, setahuku sih Amplang, karena Khas dari kali­man­tan, walau sebe­narnya saja juga kurang paham, saat saya bilang amplang adalah makanan khas sana, seo­rang teman men­gatakan, “wah, sudah banyak di temui” yah, rada aneh juga akhirnya mau bilang khas­nya apa. Akhirnya saya berniat untuk mem­beli oleh-oleh dan men­car­inya apa yang khas, masih terus berpikir, apa yah?

Mungkin libu­ran ke kam­pung hala­man adalah hal biasa. Namun berkumpul den­gan kelu­arga di kota penuh kenan­gan adalah hal yang luar biasa. Karena keber­samaan, rasa kekelu­ar­gaan yang kini kurasakan san­gat menye­nangkan. Walau nanti harus kem­bali lagi berjuang di kota besar, seti­daknya ada peng­har­gaan yang ingin segera ku raih untuk kelu­ar­gaku, semoga saja cepat ter­wu­jud, amin.

5 Artikel Tebaru Dariku Hanif Ilham

, ,

  1. #1 by Hanif Ilham on February 1, 2010 - 18:26

    Pip­iew :

    Lha, orang bukan Kali­man­tan yang ting­gal di Kali­man­tan juga? ham­pir sena­sib ya, cuma beda kotanya kali ya.. tp kalo di Pon­tianak ga sedikit jg orang jawanya lho.. :)

    oh, di pon­tianak ya? hehe, sama saja kalau begitu, sama2 bukan di pulau jawa. hehe„, banyak juga kok orang jawanya, yang dari dulu gak per­nah berubah itu, mati lampu. hehe, kalau di jawa jarang sekali mati lampu. hoho…

  2. #2 by ravimalekinth on February 8, 2010 - 05:22

    Mana nih foto-fotonya, kok cuma tulisan saja?

    Ditunggu ya kir­i­man oleh-olehnya! Hahaha :P

  3. #3 by ardian eko on February 14, 2010 - 16:35

    Wow„ kuliah dimana mas?? seru juga lho kalo mer­an­tau itu. Merasakan manis pahit­nya kehidupan

  4. #4 by Hanif Ilham on February 15, 2010 - 13:26

    ardian eko :

    Wow„ kuliah dimana mas?? seru juga lho kalo mer­an­tau itu. Merasakan manis pahit­nya kehidupan

    saya mer­an­tau ke Jogja-kota pela­jar. hehe, yah, karena di kali­man­tan uni­ver­si­tas bagus cuma sedikit sekali. jadi mer­an­tau deh, benr mas ardi, pahit­nya sudah banyak saya rasakan, ting­gal menge­jar man­is­nya aja. hehe,

  5. #5 by budies on February 15, 2010 - 20:02

    wow sama kali­man­tan kita lah

  6. #6 by DickersonMYRNA19 on March 2, 2010 - 16:56

    One knows that life is not very cheap, but some peo­ple need cash for var­i­ous things and not every man gets big sums money. There­fore to get fast busi­ness loans and just short term loan will be a cor­rect solution.

  7. #7 by custom essays on March 13, 2010 - 20:23

    Thanks for all the dis­tress­ing com­mis­sions over the years. It was for­ever a cher­ished cre­ation hav­ing you blog. It is fair to trans­port one’s self into the pur­pose of the early, to see how a enlight­ened guy has thought before us, and to what noble height we have at last get in. Best of luck in your new endeavor if you’ll have a need out of con­cept, always count on cus­tom essays ser­vice. Please keep it up! Cheers.

  8. #8 by hypotheek on August 13, 2010 - 03:13

    Bereken zelf uw hypotheek. Hypotheek bereke­nen? Maak snel een indi­catieve bereken­ing van het max­i­male leenbedrag van uw hypotheek.

  9. #9 by hypotheek on August 13, 2010 - 16:41

    Hypotheken? Heel veel hypotheek infor­matie: ver­schil­lende hypotheekvor­men, hypotheekrentes, nationale hypotheek garantie, hoe een hypotheek te vergelijken.

  10. #10 by hypotheek on August 13, 2010 - 19:14

    Hoeveel kan ik lenen? (hypotheek). Wat wor­den mijn maand­las­ten? (hypotheek) … Hoeveel hypotheek heb ik nodig? Hoe hoog is de boete die ik nu zou moeten

(will not be published)

Spam Protection by WP-SpamFree