Beberapa hari ini aku terpaku pada sebuah tulisan yang selalu ingin dibaca orang. Mana Idealismu? kata hatiku yang lain, Ah, untuk apa idealis, yang penting orang senang, kata hatiku yang lain lagi. Aku cukup bimbang untuk itu. Dulu, saat blog ini terbentuk, kira-kira bulan Oktober, tapatnya tangga 31 Oktober, saya bertekad mengisi blog ini dengan sastra. Yah, walaupun saya seorang Fisikawan, tidak sedikitpun saya acuh dengan sastra. Dengan mengisi blog ini puisi dan karya cerpen saya, harapan timbul untuk mencoba konsisten. Ternyata itu pun tidak lama, saya selingkuh. Terlalu cepat memang, akhirnya blog ini menjadi gado-gado dan rujakan. Mau bagaimana lagi, hati dan pikiran ini mulai jenuh dengan sastra, kemudian saya dengan abstraksi tanpa batas mencoba untuk mengeksplorasi hasil dari sebuah tulisan untuk pentas diatas blog. Yah, dulu sekali juga posting artikel semerawut, gak butuh itu namanya komentar, tetep saja di hajar dengan artikel-artikel kosong, dengan artian gak ada komentar. Mau bagaimana lagi? itu dulu. Sekarang? Yah, sekarang sudah berbeda, rasa sudah berganti, idealis semakin berganti, mungkin idealis baruku, menjadi blogger untuk kebahagiaan semua pembacanya, inspiratif, inovatif, pelopor, informatif, atau apapun itu. Namun, aku juga ingin kembali pada idealis lama itu. Wah, kapan yah? aku konsisten dengan Fisika dan Sastraku, semoga saja hal itu dapat terjadi. Kapan? Sampai nanti, sampai mati… >inspired by Letto<
5 Artikel Tebaru Dariku Hanif Ilham
- Mengenal Hadist Yuk… — August 15th, 2010
- Baca Berita yang Unik-unik — August 13th, 2010
- Walau Sebatas EDGE — August 11th, 2010
- Berbuat Baik Itu, Tak Harus Menunggu — July 18th, 2010
- Saya tak merasa seperti blogger hari ini. — July 8th, 2010



Twitter
RSS
#1 by Hanif Ilham on January 21, 2010 - 17:01
benar sekali karena memang jika disertai dengan kesungguhan, tulus, tanpa pengharapan lebih, suatu saat akan bermanfaat. amin…
wah, mbak Nda punya pendapat berbeda, memang benar, seorang penulis perlu punya cita rasanya sendiri yang khas dengan penulis yang lainnya.
wah, kalau 2 blog saya kehabisan waktu pak, kecuali saya bekerja secara full time untuk dunia Internet. hehe…
sip, yang penting pembaca mendapatkan informasi yang sangat bermanfaat dari kita… terima kasih sudah memberi komentar…
#2 by linaling on January 21, 2010 - 17:06
menulis dari hati, dengan hati, akan sampai juga ke hati. tetap semangat ya.…
apapun tulisannya, insyaallah saya akan tetep senang mampir ke sini
#3 by iLLa on January 21, 2010 - 17:20
Jangan membatasi diri dengan satu macam jenis tulisan, Tulis saja apapun yg terlintas di kepala, hati, rasa, dan pikiran.
Saya juga kek gitu soalnya, kadang yg super duper serious, kadang juga curcol mampus, hehe…
#4 by Hanif Ilham on January 21, 2010 - 19:38
wah, terima kasih mbak Lina, semoga tulisan yang saya buat bermanfaat untuk semuanya… amin…
hehe„, bener2, karena manusia hidup dengan segala sesuatu yang dinamis, sehingga jangan terlalu du pikirkan mungkin yah, malah pusing sendiri nantinya. hehe :cendol
#5 by Aulia on January 21, 2010 - 20:33
isikan dengan berbagai ekspresi yang positif dan juga berguna untuk semua.
#6 by Hanif Ilham on January 21, 2010 - 21:16
benar aulia, memang menyebarkan informasi dan ilmu yang positif itu perlu.
#7 by Alfaro Lamablawa on January 21, 2010 - 21:19
yang penting kreatifitas tidak mati…hehehe
benerkan?
GREAT!!
perjuangkan kreatifitas sampai mati…
#8 by arihevea on January 21, 2010 - 22:14
Menulis dengan rasa… pasti akan penuh inspirasi dan kita akan terkejut ketika melihat hasil akhirnya..
#9 by dan on January 22, 2010 - 00:04
Sama, blog saya juga campur aduk, dan banyak copas. Sudah lama tak menulis dengan rasa. Semoga bisa kembali. Tapi jangan asal pembaca senang lalu memposting yang menyesatkan, tetap harus pada jalur kebaikan, ah sok tau saya, semoga saya juga bisa begitu, tetap pada jalur kebaikan.
#10 by Hanif Ilham on January 22, 2010 - 05:03
hehe, benar alfaro… kreatifitas itu perlu sebuah ketekunan, asal telaten, suatu saat bisa menjadi hal yang mengagumkan.
benar, hasil akhirnya pasti sangat mengejutkan, karena itulah diary adalah kumpulan perasaan dalam sebuah buku, menjadikannya sangat mengagumkan.
hehe, gak pa kok, berkomentar salah itu adalah pembelajaran, karena tidak selalu manusia benar, makanya menjadi sebuah hal yang sangat baik jika ada interaksi antara artikel dan yang berkomentar.
#11 by Jauhari on January 22, 2010 - 07:19
Yang penting puas
#12 by volverhank on January 22, 2010 - 09:20
blogwalking
**
wuehehu kayaknya asik tuh perpaduan antra sastra dan fisikawan.. :cendol btw ada emot kaskus? ajarin dong gimana caranya hehe
#13 by Hanif Ilham on January 22, 2010 - 09:49
hehe, iya pak har, yang penting puas… :p
hehe, jadinya gado2, oh, ntar saya jawab balik di komentar punya anda. ok2?
#14 by Amink on January 22, 2010 - 11:26
jangan lupa pake Ejaan Yang Disempurnakan mas…
salam kenal
#15 by Hanif Ilham on January 22, 2010 - 12:05
hehe, benar, sastra juga banyak bentuknya, tapi EYD yang benar itu butuh belajar, sayangnya saya masih dalam proses belajar, hrap maklum,
salam kenal juga.