Total komentar di blog ini 5972 komentar di blog, dengan rata-rata komentar 45 komentar per artikel.

Menulis Dengan Rasa


Beber­apa hari ini aku ter­paku pada sebuah tulisan yang selalu ingin dibaca orang. Mana Ide­al­ismu? kata hatiku yang lain, Ah, untuk apa ide­alis, yang pent­ing orang senang, kata hatiku yang lain lagi. Aku cukup bim­bang untuk itu. Dulu, saat blog ini ter­ben­tuk, kira-kira bulan Okto­ber, tap­at­nya tangga 31 Okto­ber, saya bertekad mengisi blog ini den­gan sas­tra. Yah, walaupun saya seo­rang Fisikawan, tidak sedik­it­pun saya acuh den­gan sas­tra. Den­gan mengisi blog ini puisi dan karya cer­pen saya, hara­pan tim­bul untuk men­coba kon­sis­ten. Terny­ata itu pun tidak lama, saya sel­ingkuh. Ter­lalu cepat memang, akhirnya blog ini men­jadi gado-gado dan rujakan. Mau bagaimana lagi, hati dan piki­ran ini mulai jenuh den­gan sas­tra, kemu­dian saya den­gan abstraksi tanpa batas men­coba  untuk mengek­splo­rasi hasil dari sebuah tulisan untuk pen­tas diatas blog. Yah, dulu sekali juga post­ing artikel semer­awut, gak butuh itu namanya komen­tar, tetep saja di hajar den­gan artikel-artikel kosong, den­gan art­ian gak ada komen­tar. Mau bagaimana lagi? itu dulu. Sekarang? Yah, sekarang sudah berbeda, rasa sudah berganti, ide­alis semakin berganti, mungkin ide­alis baruku, men­jadi blog­ger untuk keba­ha­giaan semua pem­ba­canya, inspi­ratif, ino­vatif, pelo­por, infor­matif, atau apapun itu. Namun, aku juga ingin kem­bali pada ide­alis lama itu. Wah, kapan yah? aku kon­sis­ten den­gan Fisika dan Sas­traku, semoga saja hal itu dapat ter­jadi. Kapan? Sam­pai nanti, sam­pai mati… >inspired by Letto<

5 Artikel Tebaru Dariku Hanif Ilham

,

  1. #1 by Hanif Ilham on January 21, 2010 - 17:01

    Pro­gram kasir :

    Apapun itu tulisanya bagaimana kali­mat nya, kalu kita menulis nya dis­er­tai seman­gat, dari hati, penuh arti, pasti san­gat berati bagi pembaca.

    benar sekali karena memang jika dis­er­tai den­gan kesung­guhan, tulus, tanpa peng­hara­pan lebih, suatu saat akan berman­faat. amin…

    nDa :

    seo­rang penulis berhak idealis.

    wah, mbak Nda punya pen­da­pat berbeda, memang benar, seo­rang penulis perlu punya cita rasanya sendiri yang khas den­gan penulis yang lain­nya. :D

    item­po­eti :

    itu yang mem­buat saya harus meng­gu­nakan dua blog…
    satu khusus untuk poli­tik…
    satu lagi untuk gado-gado dan rujakan..

    wah, kalau 2 blog saya kehabisan waktu pak, kecuali saya bek­erja secara full time untuk dunia Inter­net. hehe…

    azaxs :

    kasus yang sama den­gan blog saya mas.. dulu saya memp­pun­yai ide­al­isme.. hanya postin­gan ter­tentu.. lama-lama malah ga karuan, bukan hanya gado0gado ataupun rujakan, tapi juga es cam­pur.. hehehe…

    tapi saya setuju, yang pent­ing orang lain senang dan kita puas.. :)

    sip, yang pent­ing pem­baca men­da­p­atkan infor­masi yang san­gat berman­faat dari kita… ter­ima kasih sudah mem­beri komen­tar… :D

  2. #2 by linaling on January 21, 2010 - 17:06

    menulis dari hati, den­gan hati, akan sam­pai juga ke hati. tetap seman­gat ya.…
    apapun tulisan­nya, insyaal­lah saya akan tetep senang mam­pir ke sini :)

  3. #3 by iLLa on January 21, 2010 - 17:20

    Jan­gan mem­bat­asi diri den­gan satu macam jenis tulisan, Tulis saja apapun yg ter­lin­tas di kepala, hati, rasa, dan piki­ran.
    Saya juga kek gitu soal­nya, kadang yg super duper seri­ous, kadang juga cur­col mam­pus, hehe…

  4. #4 by Hanif Ilham on January 21, 2010 - 19:38

    linal­ing :
    menulis dari hati, den­gan hati, akan sam­pai juga ke hati. tetap seman­gat ya….
    apapun tulisan­nya, insyaal­lah saya akan tetep senang mam­pir ke sini

    wah, ter­ima kasih mbak Lina, semoga tulisan yang saya buat berman­faat untuk semuanya… amin…

    iLLa :
    Jan­gan mem­bat­asi diri den­gan satu macam jenis tulisan, Tulis saja apapun yg ter­lin­tas di kepala, hati, rasa, dan piki­ran.
    Saya juga kek gitu soal­nya, kadang yg super duper seri­ous, kadang juga cur­col mam­pus, hehe…

    hehe„, bener2, karena manu­sia hidup den­gan segala sesu­atu yang dinamis, sehingga jan­gan ter­lalu du pikirkan mungkin yah, malah pus­ing sendiri nan­ti­nya. hehe :cendol

  5. #5 by Aulia on January 21, 2010 - 20:33

    isikan den­gan berba­gai ekspresi yang posi­tif dan juga berguna untuk semua.

  6. #6 by Hanif Ilham on January 21, 2010 - 21:16

    Aulia :

    isikan den­gan berba­gai ekspresi yang posi­tif dan juga berguna untuk semua.

    benar aulia, memang menye­barkan infor­masi dan ilmu yang posi­tif itu perlu.

  7. #7 by Alfaro Lamablawa on January 21, 2010 - 21:19

    yang pent­ing kre­at­i­fi­tas tidak mati…hehehe
    ben­erkan?
    GREAT!!
    per­juangkan kre­at­i­fi­tas sam­pai mati…

  8. #8 by arihevea on January 21, 2010 - 22:14

    Menulis den­gan rasa… pasti akan penuh inspi­rasi dan kita akan terke­jut ketika meli­hat hasil akhirnya..

  9. #9 by dan on January 22, 2010 - 00:04

    Sama, blog saya juga cam­pur aduk, dan banyak copas. Sudah lama tak menulis den­gan rasa. Semoga bisa kem­bali. Tapi jan­gan asal pem­baca senang lalu mem­post­ing yang menye­satkan, tetap harus pada jalur kebaikan, ah sok tau saya, semoga saya juga bisa begitu, tetap pada jalur kebaikan.

  10. #10 by Hanif Ilham on January 22, 2010 - 05:03

    Alfaro Lam­ablawa :

    yang pent­ing kre­at­i­fi­tas tidak mati…hehehe
    ben­erkan?
    GREAT!!
    per­juangkan kre­at­i­fi­tas sam­pai mati…

    hehe, benar alfaro… kre­at­i­fi­tas itu perlu sebuah keteku­nan, asal telaten, suatu saat bisa men­jadi hal yang mengagumkan.

    ari­he­vea :

    Menulis den­gan rasa… pasti akan penuh inspi­rasi dan kita akan terke­jut ketika meli­hat hasil akhirnya..

    benar, hasil akhirnya pasti san­gat menge­jutkan, karena itu­lah diary adalah kumpu­lan perasaan dalam sebuah buku, men­jadikan­nya san­gat mengagumkan.

    dan :

    Sama, blog saya juga cam­pur aduk, dan banyak copas. Sudah lama tak menulis den­gan rasa. Semoga bisa kem­bali. Tapi jan­gan asal pem­baca senang lalu mem­post­ing yang menye­satkan, tetap harus pada jalur kebaikan, ah sok tau saya, semoga saya juga bisa begitu, tetap pada jalur kebaikan.

    hehe, gak pa kok, berko­men­tar salah itu adalah pem­be­la­jaran, karena tidak selalu manu­sia benar, makanya men­jadi sebuah hal yang san­gat baik jika ada inter­aksi antara artikel dan yang berkomentar.

  11. #11 by Jauhari on January 22, 2010 - 07:19

    Yang pent­ing puas ;)

  12. #12 by volverhank on January 22, 2010 - 09:20

    blog­walk­ing :D

    **
    wue­hehu kayaknya asik tuh per­pad­uan antra sas­tra dan fisikawan.. :cen­dol btw ada emot kaskus? ajarin dong gimana caranya hehe

  13. #13 by Hanif Ilham on January 22, 2010 - 09:49

    Jauhari :

    Yang pent­ing puas ;)

    hehe, iya pak har, yang pent­ing puas… :p

    volver­hank :

    blog­walk­ing :D

    **
    wue­hehu kayaknya asik tuh per­pad­uan antra sas­tra dan fisikawan.. :cendol btw ada emot kaskus? ajarin dong gimana caranya hehe

    hehe, jadinya gado2, oh, ntar saya jawab balik di komen­tar punya anda. ok2? :D

  14. #14 by Amink on January 22, 2010 - 11:26

    jan­gan lupa pake Ejaan Yang Dis­em­pur­nakan mas…

    salam kenal

  15. #15 by Hanif Ilham on January 22, 2010 - 12:05

    Amink :

    jan­gan lupa pake Ejaan Yang Dis­em­pur­nakan mas…

    salam kenal

    hehe, benar, sas­tra juga banyak ben­tuknya, tapi EYD yang benar itu butuh bela­jar, sayangnya saya masih dalam proses bela­jar, hrap mak­lum, :D salam kenal juga.

(will not be published)

Spam Protection by WP-SpamFree