Pernah mengalaminya? Atau sedang mengalaminya? Atau ingin mengalaminya? Waduh, banyak sekali tata bahasa kita yang campur aduk padahal bahasa sendiri tetap begitu, kita saja yang berlebihan memberikan makna bukan? Bukan… yak cukup. Kita mulai saja, ehm…
“Bu, aku mimpi basah.” Mungkin kalimat itu tidak pernah terlepas dari rahang yang selalu digunakan untuk makan ini bukan? atau jika bicara dengan pacar kemudian bilang, “Yang, aku mimpi basah semalam.” Tahu apa yang akan terjadi selanjutnya. Yaps, anda semua benar, padahal anda belum menjawabnya. Tentu tangan pacar anda bisa melayang dan menjiplakkannya tepat dipipi anda. Terserah mau pakai tangan sebelah mana, pipi mana yang kena, tapi rasakan raa sakitnya… ho… bukan itu inti dari pembicaraan ini. Kata “mimpi basah” menjadi sangat tabu, bahkan porno saat wanita mendengarnya, apalagi yang masih remaja, yah, yang sudah dewasa juga gak kalah histeris kok kalao tiba-tiba saat mereka ngegossip seperti arisan ibu-ibu kemudian teriak, “KYAAAA, MIMPI BASAHHH” serasa kata itu menuju kearah fenomena yang, ehem, hanya pada laki-laki, dan ehem, juga menjadikan, ehem, sebuah, ehem, hahaha„, KENIKMATAN…
Inilah yang salah, maknanya saja sudah berubah, bagaimana mau mengembalikannya? Yah, dikembalikan saja kok susah o-on. Saat pikiran bodohku bertanya demikian. Mm, yah, “mimpi basah” bisa berupa banyak hal di dunia ini kan? Kucing yang tertidur di bawah kolong mobilku, kemudian kenakalanku muncul, dan kemudian, dan akhirnya, ku siram dengan air menggunakan selang, dan ternyata, BASAH…! mimpi basah deh kucingnya, termasuk pornoaksi kah? Atau, pernah mengalami kekejaman orang tua? Saat bangun tidur sudah lewat 1 jam dari jadwal biasanya, kemudian, ibu masuk, membawa sebuah ember berisi air, dan kemudian, tahu sendiri kan? BYURRR… mimpi basah deh. Apa termasuk sebuah aksi yang menjijikkan bagi kaum hawa? Atau hanya ada pada laki-laki maniak yang sering berfantasi setelah melihat film “NIKMAT.”
Inilah kehebatan sebuah kaum di Indonesia, menjadikan 2 kata menjadi satu, mimpi dan basah tidak bisa dilakukan bersama-sama, namun karena kata ini digabung menjadi satu, maka timbullah sebuah makna yang tentu saja mengundang decak kagum para lelaki. Dan tentu membuat para wanita untuk segera lari. Dan tutup pintu. Bukan, bukan itu maksud saya. Dengan perubahan makna itulah menjadikan “mimpi basah” sangat sakral untuk diucapkan. Jangankan diucapkan sengaja, gak sengaja saja bisa kena tampar, apalagi sengaja, di gebuki deh. Untuk itu, perlunya sebuah penjelasan dan pengembalian makna sebenarnya, apa perlu kita beri nama baru? “Mimpi Mesum” kan gampang, toh sangat dekat dengan makna “mimpi basah” saat ini? atau mau ada usul lain para laki-laki?
5 Artikel Tebaru Dariku Hanif Ilham
- Mengenal Hadist Yuk… — August 15th, 2010
- Baca Berita yang Unik-unik — August 13th, 2010
- Walau Sebatas EDGE — August 11th, 2010
- Berbuat Baik Itu, Tak Harus Menunggu — July 18th, 2010
- Saya tak merasa seperti blogger hari ini. — July 8th, 2010



Twitter
RSS
#1 by Sam on August 20, 2010 - 04:49
Very educating blog, saved your blog in interest to see more information!
#2 by cosplay on August 25, 2010 - 08:21
Very educating blog, saved your blog in interest to see more information
#3 by Lindsay on August 27, 2010 - 09:18
Excellent summary, bookmarked the site for hopes to see more information!
#4 by Vernon Gorelick on August 27, 2010 - 15:45
You will have to really seem into the brand upgrades offered for BE blogs. I imagine yours could really benefit from it.
#5 by Craig Ballantyne on August 28, 2010 - 04:38
Amazing write up, saved your blog in interest to read more!
#6 by online conveyancing on September 1, 2010 - 00:03
Truly happy i found it on google.I was talking with my friends a while ago on this topic and I have to say you cleared out a lot of stuffs
#7 by sex toys on September 1, 2010 - 22:45
I have 2, I’ve not bin on this site in a long time… but t’was another lovely experience 2 see t’s such an important topic and ignored by alot of pple.