Setelah lelah menunggu 2 hari sekali untuk dapat menulis artikel, yah karena sebelumnya murni sebuah kisah pribadi dan puisi, maka untuk hari ini, tentu sebuah artikel yang sedikit saya edit dari Kompas.com, karena tidak lain mencari berita dan mengutipnya adalah sebagian tugas dari sebuah pembelajaran media informasi. Tentu menyebarkannya membutuhkan sumber yang harus dikutip darimana, dan kutipan tersebut tidak sepenuhnya dikutip. Menurut saya, cukup sebagian saja untuk nantinya bisa dijadikan sebuah bahan opini yang ditanggapi. Seperti itulah kira-kira.
Baca koran online, memang mengasikkan, banyak sekali informasi terkini yang bisa kita dapatkan. seperti pada kutipan berikut,
BEKASI, KOMPAS.com — Pencurian mesin dan brankas anjungan tunai mandiri atau ATM dilakukan dengan modus yang makin cerdik. Pencuri tidak lagi melakukannya dengan kekerasan, tetapi dengan bermodalkan surat pengeluaran barang palsu dari sebuah perusahaan jasa penyedia dan perbaikan mesin ATM.
Sasarannya adalah ATM milik Bank Mandiri yang dipasang di Mal Bekasi Square, Kota Bekasi. Modus ini terungkap setelah Satuan Reserse Kriminal Kepolisian Resor Metropolitan Bekasi menangkap Arp alias Pa bin Kusnan (40).
Kepala Polres Metro Bekasi Ajun Komisaris Besar Iman Sugianto, didampingi Kepala Satuan Reskrim Polres Metro Bekasi Komisaris Budi Sartono, saat gelar perkara di pelataran Kantor Polres Metro Bekasi, Rabu (16/12) mengatakan, Arp mencuri ATM yang berisi uang sekitar Rp 125 juta. Pencurian tersebut dilaporkan terjadi tanggal 23 November silam.
”Ini modus baru karena penjahat lain biasanya mencongkel atau membobol ATM, tersangka menggunakan surat palsu,” kata Iman. ”Kami mengimbau manajemen bank, pengelola pusat perbelanjaan, dan pengelola jasa layanan ATM agar mewaspadai modus serupa ini,” tutur Kepala Polres Metro Bekasi.
Nah, jika kita lihat, semakin hari sumber daya manusia Indonesia semakin baik dalam hal intelegensi, karena pencurian kelas besar seperti diberitakan diatas adalah buktinya. Mengapa bisa demikian? Yah, karena tentu terlalu beresiko jika pencurian dilakukan dengan cara ‘grusak-grusuk’ kata orang Jawa yang berarti sembarangan, kalau tidak salah. Jika sudah mahis seperti itu, maka uang ratusan juta pun dapat raib dari atm, yang menjadi masalah itu uang siapa? Karena berbeda tentunya jika kasus bank ‘Centaur’ yang memakan uang nasabahnya sendiri. hehe, nyambungnya jauh yah?
Kemudian prosedural yang dapat ditiru. Inilah permasalahannya. Jika dalam dunia ini, sebuah prosedural hanya menjadi tiruan, atau tidak dipahami secara baik, maka dari itu dapat dikatakan orang luar yang mengerti tata caranya dapat menirunya dengan mudah, tanpa mengetahui perbedaan yang berarti. Dengan begitu, diharapkan bahwa akses informasi terutama internet diberikan secara independen agar dapat dikelola dengan baik, memberikan jadwal perbaikan atm, dan sebagainya. Jika sudah demikian, bagaimana dengan uang yang raib? Nah, anda bisa membaca selengkapnya disini, KOMPAS.COM, selamat menikmati…
5 Artikel Tebaru Dariku Hanif Ilham
- Mengenal Hadist Yuk… — August 15th, 2010
- Baca Berita yang Unik-unik — August 13th, 2010
- Walau Sebatas EDGE — August 11th, 2010
- Berbuat Baik Itu, Tak Harus Menunggu — July 18th, 2010
- Saya tak merasa seperti blogger hari ini. — July 8th, 2010



Twitter
RSS
#1 by Badruz on December 18, 2009 - 22:07
terima kasih informasinya mas.
#2 by Hariez on December 19, 2009 - 00:57
sebenarnya sangat disayangkan hal itu bisa sampe terjadi…semoga masih ada mahluk Tuhan yg mau memanfaatkan ilmunya untuk sesama bukan untuk pribadi
selamat malam & selamat beristirahat
–salam– ^_^
#3 by Joko Setiawan on December 19, 2009 - 01:30
Uhhh.…perlu semakin waspada nich…
Thanks for sharing info
#4 by Hanif Ilham on December 19, 2009 - 06:15
iyah, terima kasih untauk rekan2 blogger yang sudah mampir dan berkomentar disini,
memang begitulah yang terjadi, sebuah sistem sudah bisa dibobol bahkan hanya bermodalkan dengan surat palsu, yah, menjadikan pelajaran buat kita semua juga, untuk waspada terhadap aksi2 kejahatan…
#5 by Alfaro Lamablawa on December 19, 2009 - 08:06
waduuuhh.… semakin hebat sistem keamanan penjahat pun semakin pintar. kan g afdol kalo cuma satu sisi yang maju, hehehe. great posting
salam kenal
buleh tukaran link?
nice to read
#6 by kips on December 19, 2009 - 08:34
Tema yang menarik, mudah-mudahan bagi pihak yang berkepentingan bisa lebih berhati-hati terhadap tipu daya yang semakin beraneka-ragam.
#7 by ai on December 19, 2009 - 13:05
salam kenal.…
#8 by sumartono on December 19, 2009 - 13:05
Modus pencurian gaya baru ya? Penjahat sekarang sepertinya lebih nekad, semoga pihak kepolisian lebih intensif nmengantisipasinya.
#9 by Nda on December 19, 2009 - 14:44
gimana caranya bikin prosedur yang ga bisa ditiru?
*berpikir keras*
#10 by Hanif Ilham on December 19, 2009 - 15:27
boleh, tukeran link? silahkan, moggo, hehe, dipasang saja link saya di blog anda, ntar saya link balik kok.
maka dari itu, kenyamanan dalam pelayanan harus ditingkatkan terutama dalam bidang keluhan, agar mungkin keluhan sistem keamanan mendapat masukan dari segala pihak,
salam kenal balik juga…
yups, maka dari itu, kepedulian kita terhadap penanganan kejahatan juga harus ditingkatkan.
hehe, yang gak bisa ditiru? bantuin mikir deh, hehehe…
#11 by Bisnis Online ala Eros on December 19, 2009 - 15:48
ckckckck cerdas ni maling
makin cerdas ae maling sekarang yaks
jangan-jangan lulusan sarjana tuh hehe
#12 by FoO Iskandar on December 19, 2009 - 16:06
bener2 cerdas2 maling2 sekarang .…
tapi aku mau tanya nih
mungkin ga maling2 ntuh jadi pada pinter gara2 film bukan ?
just ask
#13 by Hanif Ilham on December 19, 2009 - 16:22
gak perlu lulusan sarjana bisa jadi maling kok, hehe, mungkin dia terinsporasi suatu hal,
nah bisa jadi, mengapa demikian? karena dia modal nekat, bisa saja nonton film, praktek, gagal gak masalah, toh dia emang niat maling, ketangkep ya udah, hehe…
#14 by Cahya on December 19, 2009 - 16:34
Selalu ada jalan baru jika mau usaha
#15 by Hanif Ilham on December 19, 2009 - 16:56
thx udah mampir mas cahya…