Total komentar di blog ini 5972 komentar di blog, dengan rata-rata komentar 45 komentar per artikel.

Pencurian ATM Modus Baru


Sete­lah lelah menunggu 2 hari sekali untuk dapat menulis artikel, yah karena sebelum­nya murni sebuah kisah prib­adi dan puisi, maka untuk hari ini, tentu sebuah artikel yang sedikit saya edit dari Kompas.com, karena tidak lain men­cari berita dan mengutip­nya adalah seba­gian tugas dari sebuah pem­be­la­jaran media infor­masi. Tentu menye­barkan­nya mem­bu­tuhkan sum­ber yang harus diku­tip dari­mana, dan kuti­pan terse­but tidak sepenuh­nya diku­tip. Menu­rut saya, cukup seba­gian saja untuk nan­ti­nya bisa dijadikan sebuah bahan opini yang ditang­gapi. Seperti itu­lah kira-kira.

Baca koran online, memang men­gasikkan, banyak sekali infor­masi terkini yang bisa kita dap­atkan. seperti pada kuti­pan berikut,

BEKASI, KOMPAS.com — Pen­cu­rian mesin dan brankas anjun­gan tunai mandiri atau ATM dilakukan den­gan modus yang makin cerdik. Pen­curi tidak lagi melakukan­nya den­gan kek­erasan, tetapi den­gan bermodalkan surat pen­gelu­aran barang palsu dari sebuah perusa­haan jasa penye­dia dan per­baikan mesin ATM.

Sasaran­nya adalah ATM milik Bank Mandiri yang dipasang di Mal Bekasi Square, Kota Bekasi.  Modus ini terungkap sete­lah Sat­uan Reserse Krim­i­nal Kepolisian Resor Met­ro­pol­i­tan Bekasi menangkap Arp alias Pa bin Kus­nan (40).

Kepala Pol­res Metro Bekasi Ajun Komis­aris Besar Iman Sugianto, didampingi Kepala Sat­uan Reskrim Pol­res Metro Bekasi Komis­aris Budi Sartono, saat gelar perkara di pelataran Kan­tor Pol­res Metro Bekasi, Rabu (16/12) men­gatakan, Arp men­curi ATM yang berisi uang sek­i­tar Rp 125 juta. Pen­cu­rian terse­but dila­porkan ter­jadi tang­gal 23 Novem­ber silam.

”Ini modus baru karena pen­ja­hat lain biasanya men­con­gkel atau mem­bobol ATM, ter­sangka meng­gu­nakan surat palsu,” kata Iman. ”Kami mengim­bau man­a­je­men bank, pen­gelola pusat per­be­lan­jaan, dan pen­gelola jasa layanan ATM agar mewas­padai modus serupa ini,” tutur Kepala Pol­res Metro Bekasi.

Nah, jika kita lihat, semakin hari sum­ber daya manu­sia Indone­sia semakin baik dalam hal intelegensi, karena pen­cu­rian kelas besar seperti diber­i­takan diatas adalah buk­tinya. Men­gapa bisa demikian? Yah, karena tentu ter­lalu bere­siko jika pen­cu­rian dilakukan den­gan cara ‘grusak-grusuk’ kata orang Jawa yang berarti sem­barangan, kalau tidak salah. Jika sudah mahis seperti itu, maka uang ratu­san juta pun dapat raib dari atm, yang men­jadi masalah itu uang siapa? Karena berbeda ten­tunya jika kasus bank ‘Cen­taur’ yang memakan uang nasabah­nya sendiri. hehe, nyam­bungnya jauh yah?

Kemu­dian prose­dural yang dapat ditiru. Ini­lah per­masala­han­nya. Jika dalam dunia ini, sebuah prose­dural hanya men­jadi tiruan, atau tidak dipa­hami secara baik, maka dari itu dapat dikatakan orang luar yang mengerti tata caranya dapat menirunya den­gan mudah, tanpa menge­tahui perbe­daan yang berarti. Den­gan begitu, dihara­p­kan bahwa akses infor­masi terutama inter­net diberikan secara inde­pen­den agar dapat dikelola den­gan baik, mem­berikan jad­wal per­baikan atm, dan seba­gainya. Jika sudah demikian, bagaimana den­gan uang yang raib? Nah, anda bisa mem­baca selengkap­nya disini, KOMPAS.COM, sela­mat menikmati…

5 Artikel Tebaru Dariku Hanif Ilham

,

  1. #1 by Badruz on December 18, 2009 - 22:07

    ter­ima kasih infor­masinya mas.

  2. #2 by Hariez on December 19, 2009 - 00:57

    sebe­narnya san­gat dis­ayangkan hal itu bisa sampe terjadi…semoga masih ada mahluk Tuhan yg mau meman­faatkan ilmunya untuk sesama bukan untuk prib­adi :D

    sela­mat malam & sela­mat beri­s­ti­ra­hat :D

    –salam– ^_^

  3. #3 by Joko Setiawan on December 19, 2009 - 01:30

    Uhhh.…perlu semakin was­pada nich…
    Thanks for shar­ing info ;)

  4. #4 by Hanif Ilham on December 19, 2009 - 06:15

    iyah, ter­ima kasih untauk rekan2 blog­ger yang sudah mam­pir dan berko­men­tar disini,

    memang begi­t­u­lah yang ter­jadi, sebuah sis­tem sudah bisa dibobol bahkan hanya bermodalkan den­gan surat palsu, yah, men­jadikan pela­jaran buat kita semua juga, untuk was­pada ter­hadap aksi2 kejahatan…

  5. #5 by Alfaro Lamablawa on December 19, 2009 - 08:06

    wadu­u­uhh.… semakin hebat sis­tem kea­manan pen­ja­hat pun semakin pin­tar. kan g afdol kalo cuma satu sisi yang maju, hehehe. great post­ing
    salam kenal
    buleh tukaran link?
    nice to read

  6. #6 by kips on December 19, 2009 - 08:34

    Tema yang menarik, mudah-mudahan bagi pihak yang berke­pentin­gan bisa lebih berhati-hati ter­hadap tipu daya yang semakin beraneka-ragam.

  7. #7 by ai on December 19, 2009 - 13:05

    salam kenal.… :)

  8. #8 by sumartono on December 19, 2009 - 13:05

    Modus pen­cu­rian gaya baru ya? Pen­ja­hat sekarang seper­tinya lebih nekad, semoga pihak kepolisian lebih inten­sif nmengantisipasinya.

  9. #9 by Nda on December 19, 2009 - 14:44

    gimana caranya bikin prose­dur yang ga bisa ditiru?

    *berpikir keras*

  10. #10 by Hanif Ilham on December 19, 2009 - 15:27


    Alfaro Lam­ablawa:

    wadu­u­uhh…. semakin hebat sis­tem kea­manan pen­ja­hat pun semakin pin­tar. kan g afdol kalo cuma satu sisi yang maju, hehehe. great post­ing
    salam kenal
    buleh tukaran link?
    nice to read

    boleh, tuk­eran link? silahkan, moggo, hehe, dipasang saja link saya di blog anda, ntar saya link balik kok.


    kips:

    Tema yang menarik, mudah-mudahan bagi pihak yang berke­pentin­gan bisa lebih berhati-hati ter­hadap tipu daya yang semakin beraneka-ragam.

    maka dari itu, kenya­manan dalam pelayanan harus dit­ingkatkan terutama dalam bidang keluhan, agar mungkin keluhan sis­tem kea­manan men­da­pat masukan dari segala pihak,


    ai:

    salam kenal…. :)

    salam kenal balik juga…


    sumartono:

    Modus pen­cu­rian gaya baru ya? Pen­ja­hat sekarang seper­tinya lebih nekad, semoga pihak kepolisian lebih inten­sif nmengantisipasinya.

    yups, maka dari itu, kepedu­lian kita ter­hadap penan­ganan keja­hatan juga harus ditingkatkan.


    Nda:

    gimana caranya bikin prose­dur yang ga bisa ditiru?

    *berpikir keras*

    hehe, yang gak bisa ditiru? ban­tuin mikir deh, hehehe…

  11. #11 by Bisnis Online ala Eros on December 19, 2009 - 15:48

    ckck­ckck cer­das ni mal­ing
    makin cer­das ae mal­ing sekarang yaks
    jangan-jangan lulu­san sar­jana tuh hehe

  12. #12 by FoO Iskandar on December 19, 2009 - 16:06

    bener2 cerdas2 maling2 sekarang .…

    tapi aku mau tanya nih :D mungkin ga maling2 ntuh jadi pada pin­ter gara2 film bukan ?

    just ask :D

  13. #13 by Hanif Ilham on December 19, 2009 - 16:22


    Bis­nis Online ala Eros:

    ckck­ckck cer­das ni mal­ing
    makin cer­das ae mal­ing sekarang yaks
    jangan-jangan lulu­san sar­jana tuh hehe

    gak perlu lulu­san sar­jana bisa jadi mal­ing kok, hehe, mungkin dia terin­spo­rasi suatu hal,


    FoO Iskan­dar:

    bener2 cerdas2 maling2 sekarang ….

    tapi aku mau tanya nih :D mungkin ga maling2 ntuh jadi pada pin­ter gara2 film bukan ?

    just ask :D

    nah bisa jadi, men­gapa demikian? karena dia modal nekat, bisa saja non­ton film, prak­tek, gagal gak masalah, toh dia emang niat mal­ing, ketangkep ya udah, hehe…

  14. #14 by Cahya on December 19, 2009 - 16:34

    Selalu ada jalan baru jika mau usaha :D

  15. #15 by Hanif Ilham on December 19, 2009 - 16:56


    Cahya:

    Selalu ada jalan baru jika mau usaha :D

    thx udah mam­pir mas cahya…

(will not be published)

Spam Protection by WP-SpamFree