memperihatinkan jika kita mengikuti perkembangan kasus Ibu Prita, nah, ini ada kutipan dari kompas, yang saya masukkan disini,
Koin Peduli Prita semakin hari semakin bertambah. Saat Posko Peduli Prita selaku pengumpul Koin Peduli Prita dibuka pada kemarin sore, koin yang terkumpul hanya seperempat kardus air mineral. Namun hari ini, koin yang terkumpul sudah mencapai satu setengah kardus air mineral, dua botol kaca sedang, dan satu celengan besar.
“Masyarakat sangat antusias. Kemarin sore pas posko dibuka sih cuma sedikit, seperempat kardus-lah. Sekarang sudah ada segini, botol, dan celengan,” ujar Esti, salah seorang penggagas Koin Peduli Prita di Posko Peduli Prita, Jalan Taman Margasatwa Nomor 48 Jakarta, Sabtu (5/12).
Saat ditemui Kompas.com, kumpulan koin yang didominasi pecahan Rp 500 sedang dipindahkan dari plastik kecil ke dalam kardus. Sampai saat ini, Esti mengaku belum tahu secara pasti mengenai nilai semua koin yang terkumpul. “Belum tahu berapa pastinya jumlahnya. Belum dihitung,” ujar Esti.
Meskipun demikian, dilihat dari bertambahnya jumlah koin dan beragam kalangan masyarakat yang datang untuk menyumbang, Esti optimistis jumlah koin akan terus bertambah. “Optimistis ya. Ini aja banyak yang nelepon saya, mau kasih koin. Kabar dari rumah saja, sudah banyak yang nyumbang. Dari Depok, Cilegon, banyak, jadi saya optimistis,” ujar Esti.
Nah, cukup miris jika kita melihat satu sisi kehidupan hukum di negara ini, entah sebenarnya apa yang menjadikan putusan hakim membuat korban Ibu Prita mengalami masalah yang cukup serius ini. Apa sebenarnya masalah ini? Mengapa hukum kita selalu memihak yang lebih kuat dari sisi ekonomi. Sungguh tragis jika kita mendapatinya. Sekarang, andalah yang dapat menilai. Ikut mendukung dan meringankan beban Ibu Prita atau tidak pilihan andalah yang menentukan. Semoga bisa menjadi renungan.
5 Artikel Tebaru Dariku Hanif Ilham
- Mengenal Hadist Yuk… — August 15th, 2010
- Baca Berita yang Unik-unik — August 13th, 2010
- Walau Sebatas EDGE — August 11th, 2010
- Berbuat Baik Itu, Tak Harus Menunggu — July 18th, 2010
- Saya tak merasa seperti blogger hari ini. — July 8th, 2010



Twitter
RSS
#1 by Achmad Fauzi on December 7, 2009 - 23:20
Dunia peradilan tercoreng lagi dengan kasus ini. Pihak Rumah Sakit yang salah malah bebas. Sedang ibu Prita yang jadi korban malah dipenjarakan.
Hakimnya perlu diperiksa, sudah disuap berapa …
#2 by yos on December 8, 2009 - 06:37
bener kata mas ahmad fauzi diatas, hakimnya perlu diperiksa tuh… jangan2 di suap lagi„
#3 by Hanif Ilham on December 8, 2009 - 16:53
Semoga setiap mafia peradilan sadar, jika hidup di dunia ini cuma sekali, jadi jangan sia-siakan untuk berbuat kebajikan bahkan menegakkan hukum. Makasih Mas Achmad Fauzi untuk komentarnya.
Mungkin memang perlu diperiksa bang Yos, dengan prosedur yang benar tentunya.
#4 by online on December 30, 2009 - 16:01
awal yang baik
#5 by Hanif Ilham on December 30, 2009 - 20:39
iyah…
#6 by Vian on January 13, 2010 - 03:54
kekuatan rakyat memang dahsyat !
#7 by Hanif Ilham on January 13, 2010 - 09:38
Type your comment here
yups, rakyat itu banyak, walau segelintir saja melawan, tetap saja kalah.
#8 by hypotheek on August 12, 2010 - 22:12
Bereken zelf uw hypotheek. Hypotheek berekenen? Maak snel een indicatieve berekening van het maximale leenbedrag van uw hypotheek.
#9 by hypotheek on August 13, 2010 - 03:07
Hypotheken? Heel veel hypotheek informatie: verschillende hypotheekvormen, hypotheekrentes, nationale hypotheek garantie, hoe een hypotheek te vergelijken.