Total komentar di blog ini 5940 komentar di blog, dengan rata-rata komentar 44 komentar per artikel.

Rindu Rumah


Sebuah cerita singkat dari saya, akan sebuah rindu yang lama ingin sekali ter­cu­rah. Rindu yang mana tak setiap orang dapat bertemu kelu­ar­ganya setiap hari. Setiap saat, setiap waktu. Banyak yang terk­endala akan hal­nya peker­jaan dan demi cita-cita dunia. Semua juga ter­lak­sanakan demi kelu­arga yang sabar menunggu dirumah. Saya jadi sedikit lebih mengerti dan bersabar akan adanya sebuah cita-cita luhur yang datang ke dalam diri, mem­inta untuk diam­bil dan dib­er­tang­gung jawabkan. Semua hal ini sudah saya coba ambil hikmah dan pelajarannya.

Saya sedikit miris, den­gan setiap orang, teman-teman yang saya temui dan berkata, “Lebaran nanti gak pulang? Harus pulang lah.” meru­pakan sebuah lon­taran kata-kata kesom­bon­gan yang menu­rut saya san­gat tidak dapat dipungkiri karena setiap orang memi­liki jenis per­masala­han yang berbeda. Sayangnya, yang men­gatakan demikian adalah yang tidak per­nah merasakan pahit­nya hidup jauh dari orang tua. Karena saya adalah per­an­tauan, saya mengerti sekali arti kali­mat, “Seper­tinya, saya tidak pulang lebaran ini.” bukan seba­gai ben­tuk agar dikasi­hani. Namun seba­gai ben­tuk bahwa, lebaran, moment sakral itu tidak harus pulang men­e­mui kelu­arga, silatur­rahmi jika memang tidak ada kesem­patan untuk pulang.

Bahkan lebih miris lagi jika ada yang men­gatakan, “Wah, apapun alasan­nya harus pulang.” saya sem­pat tertawa den­gan gaya bicara orang yang men­gatakan terse­but. Walaupun saya tidak mem­balas uca­pan­nya, toh dia juga sebe­narnya tidak mengerti akan sebuah per­juan­gan berat yang harus ditem­puh seba­gai per­an­tauan agar tetap dapat terus meng­ga­pai cita-citanya. Saya hanya berpe­san, jika suatu saat dirinya jauh dari kelu­arga, cobalah bersabar bahwa semua yang kita impikan suatu saat akan ter­wu­jud. Entah benar-benar per­sis seperti apa yang kita hara­p­kan, atau digan­tikan den­gan mimpi yang lain olehNYA, kita hanya bisa berusaha.

Tak pulang saat lebaran bukan berarti tak rindu. Aku rindu, sama seperti manu­sia pada umum­nya. Semoga rindu itu ter­wak­ili lewat SMS dan telpon yang hanya beber­apa detik, menit, yah, semua ada hikmah­nya. Bahwa pent­ingnya keber­samaan walau itu adalah upaya yang sulit diwu­jud­kan, namun tetap harus bersama walau waktu untuk bersama itu san­gat­lah sedikit. Maka dari itu, hor­mati­lah mereka yang tak mer­ayakan lebaran, seperti layaknya dirimu ada dipo­sisinya. Agar makna silatur­rahmi tetap ter­jaga antara manusia.

5 Artikel Tebaru Dariku Hanif Ilham

  1. #1 by nooo on December 27, 2009 - 14:02

    hhi…
    tuk­eran yook.
    aq pulang mulu. kebanyakan libur.
    toh masih bisa denger suara orang ruma uda cukup :malu

  2. #2 by Hanif Ilham on December 27, 2009 - 19:19


    nooo:

    hhi…
    tuk­eran yook.
    aq pulang mulu. kebanyakan libur.
    toh masih bisa denger suara orang ruma uda cukup :malu

    wah, saya setiap 6 bulan sekali baru bisa pulang, hehe„, kalo bisa ditukar, tentu saya mau… :mewek

  3. #3 by nooo on December 28, 2009 - 20:31

    hha..
    tp gan­tikan aq d fkg :ngakak

  4. #4 by Hanif Ilham on December 29, 2009 - 08:03


    nooo:

    hha..
    tp gan­tikan aq d fkg :ngakak

    ih, dasar… mau nyabut abis gigi orang po? hehe… :takut

  5. #5 by Vian on January 13, 2010 - 04:20

    mudik !

  6. #6 by Hanif Ilham on January 13, 2010 - 09:40

    Type your com­ment here


    Vian:

    mudik !

    yups, mudik again, hehehe…

(will not be published)

Spam Protection by WP-SpamFree