Sebuah cerita singkat dari saya, akan sebuah rindu yang lama ingin sekali tercurah. Rindu yang mana tak setiap orang dapat bertemu keluarganya setiap hari. Setiap saat, setiap waktu. Banyak yang terkendala akan halnya pekerjaan dan demi cita-cita dunia. Semua juga terlaksanakan demi keluarga yang sabar menunggu dirumah. Saya jadi sedikit lebih mengerti dan bersabar akan adanya sebuah cita-cita luhur yang datang ke dalam diri, meminta untuk diambil dan dibertanggung jawabkan. Semua hal ini sudah saya coba ambil hikmah dan pelajarannya.
Saya sedikit miris, dengan setiap orang, teman-teman yang saya temui dan berkata, “Lebaran nanti gak pulang? Harus pulang lah.” merupakan sebuah lontaran kata-kata kesombongan yang menurut saya sangat tidak dapat dipungkiri karena setiap orang memiliki jenis permasalahan yang berbeda. Sayangnya, yang mengatakan demikian adalah yang tidak pernah merasakan pahitnya hidup jauh dari orang tua. Karena saya adalah perantauan, saya mengerti sekali arti kalimat, “Sepertinya, saya tidak pulang lebaran ini.” bukan sebagai bentuk agar dikasihani. Namun sebagai bentuk bahwa, lebaran, moment sakral itu tidak harus pulang menemui keluarga, silaturrahmi jika memang tidak ada kesempatan untuk pulang.
Bahkan lebih miris lagi jika ada yang mengatakan, “Wah, apapun alasannya harus pulang.” saya sempat tertawa dengan gaya bicara orang yang mengatakan tersebut. Walaupun saya tidak membalas ucapannya, toh dia juga sebenarnya tidak mengerti akan sebuah perjuangan berat yang harus ditempuh sebagai perantauan agar tetap dapat terus menggapai cita-citanya. Saya hanya berpesan, jika suatu saat dirinya jauh dari keluarga, cobalah bersabar bahwa semua yang kita impikan suatu saat akan terwujud. Entah benar-benar persis seperti apa yang kita harapkan, atau digantikan dengan mimpi yang lain olehNYA, kita hanya bisa berusaha.
Tak pulang saat lebaran bukan berarti tak rindu. Aku rindu, sama seperti manusia pada umumnya. Semoga rindu itu terwakili lewat SMS dan telpon yang hanya beberapa detik, menit, yah, semua ada hikmahnya. Bahwa pentingnya kebersamaan walau itu adalah upaya yang sulit diwujudkan, namun tetap harus bersama walau waktu untuk bersama itu sangatlah sedikit. Maka dari itu, hormatilah mereka yang tak merayakan lebaran, seperti layaknya dirimu ada diposisinya. Agar makna silaturrahmi tetap terjaga antara manusia.
5 Artikel Tebaru Dariku Hanif Ilham
- Mengenal Hadist Yuk… — August 15th, 2010
- Baca Berita yang Unik-unik — August 13th, 2010
- Walau Sebatas EDGE — August 11th, 2010
- Berbuat Baik Itu, Tak Harus Menunggu — July 18th, 2010
- Saya tak merasa seperti blogger hari ini. — July 8th, 2010



Twitter
RSS
#1 by nooo on December 27, 2009 - 14:02
hhi…
tukeran yook.
aq pulang mulu. kebanyakan libur.
toh masih bisa denger suara orang ruma uda cukup :malu
#2 by Hanif Ilham on December 27, 2009 - 19:19
wah, saya setiap 6 bulan sekali baru bisa pulang, hehe„, kalo bisa ditukar, tentu saya mau… :mewek
#3 by nooo on December 28, 2009 - 20:31
hha..
tp gantikan aq d fkg :ngakak
#4 by Hanif Ilham on December 29, 2009 - 08:03
ih, dasar… mau nyabut abis gigi orang po? hehe… :takut
#5 by Vian on January 13, 2010 - 04:20
mudik !
#6 by Hanif Ilham on January 13, 2010 - 09:40
Type your comment here
yups, mudik again, hehehe…