Total komentar di blog ini 5944 komentar di blog, dengan rata-rata komentar 44 komentar per artikel.

Sebuah Pernikahan


Sebuah pernika­han. Adalah indah karena meru­pakan ujung dari pangkal sebuah masa mela­jang yang kon­tras den­gan hidup sendiri, mandiri, masih berkumpul den­gan teman-teman, kongkow, atau den­gan mandiri yang masih menge­jar kebang­gaan diri sendiri dapat diakhiri den­gan lebih mende­wasakan manu­sia karena akan mem­per­si­ap­kan kewa­jiban dan tang­gung jawab begitu besar. Saya sendiri mere­nung, sete­lah mem­baca artikel pada ERAMUSLIM saya men­da­p­atkan sebuah ide untuk menulis opini ini.

Masa kini, semakin rusak den­gan sebuah kebi­asaan masyarakat yang ham­pir saja menuju kepuna­han aki­bat mengabaikan sebuah nilai luhur akan paham­nya dosa dan ner­aka. Manu­sia mulai cen­derung lebih bebas dalam mengam­bil tin­dakan yang mana sudah tidak sejalan den­gan nilai agama. Kita adalah makhluk beragama. Tentu tetap menin­jau dari sisi agama jika suatu hal yang kita lakukan sudah ter­ma­suk salah dalam segi agama. Demikian juga den­gan hubun­gan antara manu­sia den­gan manu­sia yang dip­isahkan den­gan gen­der atau jenis kelamin. Tidak serta merta bebas sebebas-bebasnya, apalagi hubun­gan terse­but sudah masuk dalam hubun­gan sek­su­al­i­tas. Ada kalanya kita mere­nung. Banyak sudah kerusakan moral sosial dimasyarakat yang tidak tere­lakkan lagi karena kebe­basan hubun­gan yang selalu saja berke­dok kebe­basan berpen­da­pan dan berekspresi.

Pacaran. Fenom­ena ini adalah haram. Tentu bagi saya yang mus­lim san­gat setuju akan hal ini. Dan men­coba tetap berada di jalur ini sam­pai detik ini walaupun sebelum­nya saya juga per­nah melakukan akti­fi­tas ini karena belum paham­nya akan atu­ran agama ini. Semakin miris karena tidak banyak orang paham bahwa pacaran adalah ide­ologi dari barat yang dapat bahkan sudah mulai meng­han­curkan sendi kehidu­pan kita. Akhirnya azab dilimpahkan kepada manu­sia yang tidak men­jaga nafsu syah­wat­nya hingga wabah AIDS mere­bak bagai men­uai padi. San­gat banyak kor­ban­nya. Akhirnya mereka hilang seman­gat dan hara­pan untuk menatap masa depan karena vonis HIV/AIDS aki­bat per­gaulan bebas.

Rusak? Tentu saja. Jika hal ini dib­iarkan, negara semakin lama semakin rapuh, karena masyarakat mulai kehi­lan­gan gen­erasi muda yang dihara­p­kan dapat meneruskan bangsa karena semakin banyak gen­erasi pen­dahulu yang mulai tidak sang­gup men­jalankan roda pemer­in­ta­han. Akankah kita diam saja? Maka dari itu, per­gaulan bebas itu harus segera diha­puskan den­gan kehidu­pan bermarta­bat den­gan sebuah pernika­han. Pernika­han pun harus dini­lai karena tidak semua yang ingin menikah dapat menikah. Dini­lai dari segi pra-nikah, yang mana pernika­han tidak­lah  harus diawali den­gan sebuah akti­fi­tas pacaran. Banyak yang berpen­da­pat pacaran secara islami. Namun, pacaran sendiri mem­bawa pelakunya untuk selalu berpura-pura secara sadar atau tidak. Mungkin banyak yang berdalih, tapi banyak juga yang merasakan aki­bat­nya sete­lah menikah karena pacaran. Terutama banyak yang men­geluh dari pihak pelaku wanita atau istri.

Tidak heran jika akhirnya per­tika­ian rumah tangga ser­ing ter­jadi. Kalau begitu seperti apakah pernika­han seharus­nya? Apakah tidak pacaran dapat men­jadikan sebuah insan manu­sia men­da­p­atkan jodoh yang dihara­p­kan­nya? Mungkin, dan dapat ter­jadi. Per­tama adalah sebuah per­jodohan. Banyak paham apalagi dari barat yang mana bahwa paham per­jodohan diten­tang berat oleh mereka. Demi sebuah hak asasi manu­sia yang mana masih banyak keku­ran­gan disana-sini. Per­jodohan ini mem­bantu kita untuk dapat menge­tahui calon yang akan men­dampingi hidup kita lewat orang lain. Terutama orang tua. Men­go­mu­nikasikan­nya pun perlu. Jika terny­ata calon terse­but tidak sesuai, dihara­p­kan dapat dimusyawarahkan agar dapat dicarikan peng­gan­ti­nya. Tentu saja komu­nikasi ini harus­lah pelaku yang mem­u­lai baik dari pria atau wanita.

Jika tidak, banyak lem­baga secara islam yang mana tentu dapat mem­bantu men­car­ikan jodoh den­gan syarat dan keten­tuan yang kita hara­p­kan. Memang ini sulit, terutama jika pihak kelu­arga masih memegang teguh adat isti­a­dat setm­pat. Namun, jauhkan pacaran dari benak anda, karena akan selalu ter­panc­ing untuk menuju hubun­gan bebas yang rawan akan segala penyakit dan azab dari Allah. Apapun pen­da­pat pem­baca, berbeda atau tidak, ini murni sebuah opini. Sela­mat membaca.

5 Artikel Tebaru Dariku Hanif Ilham

,

  1. #1 by hendito on December 15, 2009 - 07:42

    jadi udah menikah kan bro? hehehe

    • #2 by Hanif Ilham on December 15, 2009 - 08:11

      hehe„ belum bro… cuma lagi kepen­gen aja punya yang resmi dan gak main2, makasih udah mam­pir. hehe…

  2. #3 by MaysDIANA on March 7, 2010 - 02:44

    Accord­ing to my inves­ti­ga­tion, bil­lions of per­sons all over the world receive the credit loans from var­i­ous banks. Thus, there’s a good chance to find a sba loan in any country.

  3. #4 by hypotheek on August 13, 2010 - 16:12

    Hoeveel kan ik lenen? (hypotheek). Wat wor­den mijn maand­las­ten? (hypotheek) … Hoeveel hypotheek heb ik nodig? Hoe hoog is de boete die ik nu zou moeten

  4. #5 by Craig Ballantyne on September 4, 2010 - 03:39

    Infor­ma­tive post, saved the web­site for inter­est to see more!

  5. #6 by jeff cavaliere on September 4, 2010 - 04:05

    Help­ful post, book­marked the web­site in inter­est to see more information!

  6. #7 by jeff cavaliere on September 5, 2010 - 06:41

    The good post helped me very much! Saved the site, very inter­est­ing cat­e­gories every­where that I read here! I really appre­ci­ate the infor­ma­tion, thanks.

  7. #8 by jeff cavaliere on September 5, 2010 - 14:52

    Thank you very much for post­ing a lot of this good info! I am look­ing for­ward to read­ing more!

  8. #9 by armando codina on September 8, 2010 - 06:27

    Thanks so much for post­ing all of the excel­lent info! Look­ing for­ward to read­ing more.

(will not be published)

Spam Protection by WP-SpamFree