Sebuah pernikahan. Adalah indah karena merupakan ujung dari pangkal sebuah masa melajang yang kontras dengan hidup sendiri, mandiri, masih berkumpul dengan teman-teman, kongkow, atau dengan mandiri yang masih mengejar kebanggaan diri sendiri dapat diakhiri dengan lebih mendewasakan manusia karena akan mempersiapkan kewajiban dan tanggung jawab begitu besar. Saya sendiri merenung, setelah membaca artikel pada ERAMUSLIM saya mendapatkan sebuah ide untuk menulis opini ini.
Masa kini, semakin rusak dengan sebuah kebiasaan masyarakat yang hampir saja menuju kepunahan akibat mengabaikan sebuah nilai luhur akan pahamnya dosa dan neraka. Manusia mulai cenderung lebih bebas dalam mengambil tindakan yang mana sudah tidak sejalan dengan nilai agama. Kita adalah makhluk beragama. Tentu tetap meninjau dari sisi agama jika suatu hal yang kita lakukan sudah termasuk salah dalam segi agama. Demikian juga dengan hubungan antara manusia dengan manusia yang dipisahkan dengan gender atau jenis kelamin. Tidak serta merta bebas sebebas-bebasnya, apalagi hubungan tersebut sudah masuk dalam hubungan seksualitas. Ada kalanya kita merenung. Banyak sudah kerusakan moral sosial dimasyarakat yang tidak terelakkan lagi karena kebebasan hubungan yang selalu saja berkedok kebebasan berpendapan dan berekspresi.
Pacaran. Fenomena ini adalah haram. Tentu bagi saya yang muslim sangat setuju akan hal ini. Dan mencoba tetap berada di jalur ini sampai detik ini walaupun sebelumnya saya juga pernah melakukan aktifitas ini karena belum pahamnya akan aturan agama ini. Semakin miris karena tidak banyak orang paham bahwa pacaran adalah ideologi dari barat yang dapat bahkan sudah mulai menghancurkan sendi kehidupan kita. Akhirnya azab dilimpahkan kepada manusia yang tidak menjaga nafsu syahwatnya hingga wabah AIDS merebak bagai menuai padi. Sangat banyak korbannya. Akhirnya mereka hilang semangat dan harapan untuk menatap masa depan karena vonis HIV/AIDS akibat pergaulan bebas.
Rusak? Tentu saja. Jika hal ini dibiarkan, negara semakin lama semakin rapuh, karena masyarakat mulai kehilangan generasi muda yang diharapkan dapat meneruskan bangsa karena semakin banyak generasi pendahulu yang mulai tidak sanggup menjalankan roda pemerintahan. Akankah kita diam saja? Maka dari itu, pergaulan bebas itu harus segera dihapuskan dengan kehidupan bermartabat dengan sebuah pernikahan. Pernikahan pun harus dinilai karena tidak semua yang ingin menikah dapat menikah. Dinilai dari segi pra-nikah, yang mana pernikahan tidaklah harus diawali dengan sebuah aktifitas pacaran. Banyak yang berpendapat pacaran secara islami. Namun, pacaran sendiri membawa pelakunya untuk selalu berpura-pura secara sadar atau tidak. Mungkin banyak yang berdalih, tapi banyak juga yang merasakan akibatnya setelah menikah karena pacaran. Terutama banyak yang mengeluh dari pihak pelaku wanita atau istri.
Tidak heran jika akhirnya pertikaian rumah tangga sering terjadi. Kalau begitu seperti apakah pernikahan seharusnya? Apakah tidak pacaran dapat menjadikan sebuah insan manusia mendapatkan jodoh yang diharapkannya? Mungkin, dan dapat terjadi. Pertama adalah sebuah perjodohan. Banyak paham apalagi dari barat yang mana bahwa paham perjodohan ditentang berat oleh mereka. Demi sebuah hak asasi manusia yang mana masih banyak kekurangan disana-sini. Perjodohan ini membantu kita untuk dapat mengetahui calon yang akan mendampingi hidup kita lewat orang lain. Terutama orang tua. Mengomunikasikannya pun perlu. Jika ternyata calon tersebut tidak sesuai, diharapkan dapat dimusyawarahkan agar dapat dicarikan penggantinya. Tentu saja komunikasi ini haruslah pelaku yang memulai baik dari pria atau wanita.
Jika tidak, banyak lembaga secara islam yang mana tentu dapat membantu mencarikan jodoh dengan syarat dan ketentuan yang kita harapkan. Memang ini sulit, terutama jika pihak keluarga masih memegang teguh adat istiadat setmpat. Namun, jauhkan pacaran dari benak anda, karena akan selalu terpancing untuk menuju hubungan bebas yang rawan akan segala penyakit dan azab dari Allah. Apapun pendapat pembaca, berbeda atau tidak, ini murni sebuah opini. Selamat membaca.
5 Artikel Tebaru Dariku Hanif Ilham
- Karpet Terbuat dari 70.000 Bunga? - March 9th, 2010
- Plugins Menarik yang Ku Temui - March 6th, 2010
- Jangan biarkan SEO membunuh Blogmu! - March 3rd, 2010
- Menginstal Wordpress Di Komputermu - February 28th, 2010
- Permintaan Tukeran Link - February 25th, 2010





#1 by hendito on December 15, 2009 - 07:42
jadi udah menikah kan bro? hehehe
#2 by Hanif Ilham on December 15, 2009 - 08:11
hehe,, belum bro… cuma lagi kepengen aja punya yang resmi dan gak main2, makasih udah mampir. hehe…
#3 by MaysDIANA on March 7, 2010 - 02:44
According to my investigation, billions of persons all over the world receive the credit loans from various banks. Thus, there’s a good chance to find a sba loan in any country.