Posts Tagged puisi
Payung Putih
Posted by Hanif Ilham in Puisi/Poem on January 15, 2010
Sejenak saja tangis langit menderai saat berdiri memandang saat itu tangan terpegang gagang membuka perlahan dengan pasti untuk menghindari derai tangis langit sudah sepatutnya ku sadarkan diri jika lebih awal mungkin terkejar sudah namun tidak sekarang mungkin esok hari dan kini giliranku terjebak tangis langit tumpah lupa membawa lindung namun payung putih memberi teduh oh, indahnya saat sejenak kini […]
Kediaman Hati
Posted by Hanif Ilham in Puisi/Poem on December 14, 2009
Bukannya ini adalah hati? sejak saat itu bagaikan serpihan kenangan usang, atau sebuah harapan semu dalam mimpi, tetap saja aku tetap saja kamu, diliputi hati egois bagai dengki dan hasut berlarut-larut, bukan itu bukan ini dan bukan mereka, hanya ada kau dan aku, hanya ada hati dan hati, semua tentang rasa diam dan dilema hitam, saatnya tiba, dalam kediaman hati, […]
Saksi Bisu
Posted by Hanif Ilham in Puisi/Poem on November 20, 2009
Lembaran terurai, bagai daun yang terberai jika saja tak sampai hati ku terbuai mati dalam risauan dan gelisah sanubari hati mereka tetap mereka, dalam busuknya bau tanah dan detik tetap berjalan, walau inginnya berhenti dan berbalik jika saja mereka bicara, mati sudah. mati sudah para penghianat menghianati, para penipu menipu, mereka juga bukan yang bau tanah, berbeda, coba […]
Hujan Kembali
Posted by Hanif Ilham in Puisi/Poem on November 16, 2009
Seberangkatnya aku dia turun sekehendakNya seperti ingin mencela, diguyur akhirnya, dinginnya meratapi memang, bahkan seperti ujian sempat sejenak banjir sebentar apa sebenarnya ini? musim kah? atau azab kah? bukan saja kesombongan yang luluh, bahkan ketakutan mulai merayapi ini adalah waktunya sejenak merenung, semoga saja renungan untuk tetap kembali padaNya agar hujan tetap kembali dalam sifatnya yang menentramkan […]
Ada yang hilang
Posted by Hanif Ilham in Puisi/Poem on November 14, 2009
Ada yang hilang kini. missing gone, what happen to me, Just dont know I said terlalu riskan dan rentan ada yang hilang dariku, dari diri ini seperti kehilangan sebuah jantung, tak berdetak tak berdenyut tak berasa hilang begitu saja, orientasi, dan makna bukan lagi seperti dulu riang dengan tawa, tangis dengan sedih Ini hampa, begitu saja, kemudian lenyap sepi sudah, […]
Until Night
Posted by Hanif Ilham in Puisi/Poem on November 11, 2009
Can imagine that? I still remember that, if you want gone I cant make you in here, if darkness came I still remember that, if you want slepp forever in that, in deep of night until night, in here, I still remember that, if you want, I will beside you forever until night, in the sleep forever, together.



Twitter
RSS
Recent Comments